Suara.com – Setiap orang punya tujuan traveling masing-masing. Ada yang suka petualangan dan ada juga yang mencari aktivitas pemacu adrenalin, atau memilih hanya santai dan istirahat. Riset terbaru yang dilakukan Booking.com mengungkapkan bahwa ternyata kewarganegaraan bisa mempengaruhi motivasi utama traveling warga di suatu negara.

Penelitian dilakukan secara independen dengan melibatkan sampel sebanyak 53.492 responden di 31 pasar. Responden yang diambil adalah mereka yang berusia 18 tahun atau lebih, telah melakukan perjalanan setidaknya sekali dalam 12 bulan terakhir, dan menjadi pengambil keputusan utama atau terlibat dalam pengambilan keputusan dalam perjalanan mereka. Survei ini dilakukan secara online dan berlangsung antara 16 Oktober dan 12 November 2018.

Nah, untuk mengenali motivasi traveling Anda, yuk ketahui kebutuhan apa yang Anda cari saat traveling berdasarkan kewarganegaraan.

Indonesia
Bagi sebagian besar traveller , motivasi utama traveling adalah untuk bersantai. Jadi, tidak mengejutkan jika 90{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d} traveller warga Indonesia menyatakan bahwa meluangkan waktu untuk bersantai adalah motivasi penting untuk traveling. Ini menjadikannya sebagai motivasi traveling teratas bagi warga Indonesia pada umumnya.

Denmark dan Prancis
Orang-orang Dermark ternyata ingin pada saat traveling, mereka bebas melakukan yang mereka inginkan. Hal ini sama seperti orang Prancis, yang menyebutkan bahwa melakukan apa yang mereka inginkan adalah tujuan utama traveling.

Argentina
Kebanyakan warga negara Argentina suka dengan nostalgia. Sebanyak 73{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d} traveller mengatakan mereka suka berkunjung ke tempat masa lalu yang memiliki memori tak terlupakan.

Tiongkok dan Taiwan
Sebanyak 83{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d} traveler dari Tiongkok ingin merasakan sensasi hidup lebih sederhana saat traveling. Sama seperti warga Taiwan yang memiliki tujuan serupa sebanyak 76{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d}.

Jepang, Jerman, dan Hong Kong
Motivasi traveller Jepang, Jerman, dan Hong Kong adalah untuk menghindari tuntutan di rumah. Dengan persentase masing-masing 66{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d}, 72{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d} dan 80{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d}.

India dan Filipina
Untuk sebagian traveler, traveling adalah soal status sosial. Traveller Indonesia (75{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d}), India (75{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d}), dan Filipina (80{9fff83531fb9d24ce5fcaf1f603d5341217c90b732ff6d1c8aed34ca5b211b6d}) mengatakan motivasi traveling mereka adalah pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi teman.

Rusia, Jerman, dan Belanda
Traveller Rusia mengungkapkan mereka lebih suka menghabiskan waktu luangnya dengan mencari tantangan dan kesenangan. Sama seperti warga Jerman dan Belanda.